Kejadian bermula ketika korban, (D), bersama anak-anaknya pergi ke kebun untuk membantu memanen cabai tetangga. Saat beristirahat usai waktu Dzuhur, korban melihat kepulan asap dari bukit. Awalnya, ia mengira api bukan berasal dari rumahnya. Namun, setelah berulang kali memeriksa dan melihat pohon durian di sekitar rumahnya, ia menyadari rumahnya terbakar.
Menurut kesaksian korban, api diduga bukan berasal dari dapur, melainkan akibat korsleting listrik. Upaya pemadaman pun terlambat karena lokasi yang terpencil.
Mendengar kabar duka tersebut, Tim JM-FA’I Paiker langsung bergerak. Atas instruksi Bapak Joncik Muhammad, bantuan sebesar Rp10 jut disalurkan secara tunai kepada korban.
“Kami tidak memandang latar belakang. Yang penting mereka membutuhkan. Kebetulan, korban adalah pendukung setia JM sejak lama,” ujar Erzan Iskandar, Ketua Tim JM-FA’I Paiker.
Dana tersebut diserahkan langsung untuk membantu pemulihan korban. “Penggunaannya kami serahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan,” tambah Erzan.
Bantuan dari JM-FA’I Paiker diharapkan meringankan beban korban sekaligus menguatkan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Journalis : Surya Dilaga